Bukan HOAX Ini Dia Bahaya Mengikuti #AgeChallenge yang Viral

oleh -20 views
Bukan HOAX Ini Dia Bahaya Mengikuti #AgeChallenge yang Viral

Berita Akurat – Belum terlalu lama Bottle Cap Challenge meramaikan media sosial kini muncul Challenge yang lainnya di dunia maya, yaitu AgeChallenge. Age Challenge sebenarnya merupakan suatu hal yang sederhana tidak seperti Bottle Cap Challenge, pada Age Challenge kita hanya perlu melakukan foto dengan menggunakan aplikasi pada Smartphone kita yang bernana FaceApp dimana aplikasi tersebut dapat membuat wajah kita terlihat seperti apa jika tua.

Seiring dengan bersuka rianya orang melakukan Challenge yang menyenangkan dan lucu ini ada kekhawatiran yang timbul dari Viralnya Challenge ini. Kekhawatiran ini pertama kali diperoleh dari seorang pengembang aplikasi bernama Joshua Nozzi, yang berkata bahwa aplikasi tersebut mengunggah semua foto yang terdapat pada ponsel kita ke media sosial.

dan hal lain yang membuat khawatir ialah Face App dapat mengakses semua file gambar pada smartphone yang terinstall aplikasi tersebut, yang dimana hal tersebut merupakan hal yang cukup membahayakan. Will Strafach selaku penemu dari aplikasi Firewall yang popular id iOS mengatakan bahwa Face App mengunggah sebuah gambar ke server Face App guna untuk mengaplikasikan filter wajah tua dan hal tersebut di iyakan oleh peneliti yang lain.

Baca Juga : NO SENSOR! Model Ini Lakukan Tren “Bottle Cap Challange” Dengan Gunung Kembarnya!

Tetapi setelah di unggah ke server untuk di aplikasikan filter wajah tua tersebut para peneliti tidak dapat mengetahui lebih lanjut lagi apa yang akan terjadi dengan foto yang telah di unggah ke server aplikasi tersebut dan berapa lama foto tersebut akan disimpan. Menurut laporan pada tahun 2017 oleh Ketua Eksekutif Face App, Yaroslav Goncharov mengatakan bahwa foto yang di unggah ke server Face App akan dihapus tidak lama setelah sudah di aplikasikan filter wajahnya.

Hal ini masih menjadi kekhawatiran dari beberapa pihak yang masih menduga bahwa perusahaan teknologi seperti FaceApp mengumpulkan data berupa foto wajah orang-orang dalam skala besar yang akan di pergunakan untuk melatih kecerdasan buatan untuk mengenali wajah manusia. Terlebih lagi FaceApp merupakan aplikasi perekayasan foto yang berasal dari Rusia yang membuat orang-orang khawatir akan hal yang terjadi dengan foto mereka.

Melihat hal ini akan menjadi kekhwatiran besar para pihak pengembang telah mengambil langkah cepat dengan memberikan klarifikasi yang mempunyai 6 poin yang dapat dilihat pada gambar berikut.

Bukan HOAX Ini Dia Bahaya Mengikuti #AgeChallenge yang Viral

adapun penjelasan dari pihal pengembang yang terdapat pada gambar ialah :

  1. FaceApp melakukan hanpir seluruh proses perekayasaan foto pada “cloud” ( penyimpanan awan ) . Kami ( Pihak FaceApp ) hanya mengunggah foto yang telah dipilih oleh pengguna untuk diedit dan tidak pernah memindahkan gambar lain dari handphone ke “cloud”.
  2. Kami ( Pihak FaceApp) mungkin menyimpan foto yang di unggah ke penyimpanan awan. Tetapi alasan utama dilakukan ini adalah untuk peforma dan lalu lintas aplikasi, dimana kami memastikan pengguna tidak melakukan pengunggahan foto secara berulang kali untuk setiap pengeditan. Sebagian besar gambar akan dihapus dari server kami setelah 48 jam sejak waktu pengunggahan.
  3. Kami menerima permintaan dari pengguna untuk menghapus semua berkas mereka pada server kami. Tim support kami saat untuk saat ini memiliki tumpukan pekerjaan, tetapi permintaan ini menjadi prioritas kami. Untuk lebih cepat di proses, kami menyarankan mengirim permintaan ini melalui aplikasi FaceApp pada handphone pada bagian “Setting->Support->Report a bug” dengan kata “privacy” pada subjeknya. kami sedang mengerjakan tampilan yang lebih baik untuk itu.
  4. Semua fitur dari FaceApp dapat di gunakan tanpa harus melakukan “Log-in”, dan kamu dapat melakukan “log-in” melalui bagian Setting. Alhasilnya, 99% pengguna tidak melakukan “Log-in”, maka dari itu kami tidak mendapatkan data apapun yang dapat mengidentifikasi seseorang.
  5. Kami tidak menjual data pengguna pada aplikasi pihak ketiga manapun.
  6. Meskipun pusat dari tim penelitian dan pengembangan berada di Rusia, tetapi data dari pengguna tidak dikirim ke Rusia.

Berdasarkan penjelasan dari pihak pengembang, hal-hal yang orang-orang khawatirkan saat ini seharusnya tidak akan terjadi jika klarifikasi dari pihak pengembang memang benar adanya. Namum pihak pengguna memang sudah seharusnya berhati-hati akan hal-hal seperti ini terlebih lagi di zaman yang serba modern dimana privasi seseorang sangat sulit untuk dijaga.

Baca Juga : Fakta Terbaru Kasus Youtuber Rius Vernandes Dengan Garuda Yang Viral!!

ENJOYQQ

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
Situs Majalah Dan Berita Akurat Terpopuler Di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *